Daftar 8 Pelatih Portugal “Korban” Piala Dunia

17/12/2022 Kategori : Berita Bola Olahraga Sports

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Total sudah ada delapan pelatih negara peserta Piala Dunia 2022 Qatar yang mundur atau dipecat. Terkini, Federasi Sepak Portugal (FPF) memecat Fernando Santos pada Kamis (15/12/2022) waktu setempat.

Pada Piala Dunia 2022 Qatar, Fernando Santos hanya mampu membawa timnas Portugal sampai babak perempat final.

Timnas Portugal di luar dugaan tersingkir setelah kalah 0-1 dari tim kuda hitam, Maroko. Kontrak Fernando Santos bersama timnas Portugal sebenarnya masih tersisa sekitar 1,5 tahun lagi atau akan berakhir sampai setelah Euro 2024.

Namun, FPF memilih memecat Fernando Santos lebih cepat untuk memulai era baru timnas Portugal. Fernando Santos telah menangani timnas Portugal selama lebih dari delapan tahun sejak September 2014.

Bersama Fernando Santos, timnas Portugal sukses meraih dua gelar juara, yakni Piala Eropa atau Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Pencapaian itu membuat Fernando Santos menjadi pelatih pertama dan satu-satunya yang mampu membawa timnas Portugal ke podium juara turnamen besar.

“Saya pergi dengan rasa terima kasih sangat besar atas hak istimewa menjadi pelatih timnas Portugal. Itu adalah mimpi yang berhasil saya wujudkan,” kata Fernando Santos dikutip dari Mais Futebol.

Mulai sekarang, saya akan menjadi suporter lagi yang selalu mendukung timnas Portugal,” ucap pelatih berusia 68 tahun itu menambahkan

Rumor yang beredar saat ini adalah FPF tertarik menunjuk pelatih AS Roma, Jose Mourinho, untuk menggantikan Fernando Santos.

Adapun Fernando Santos bukan satu-satunya pelatih negara Piala Dunia 2022 yang kini menganggur setelah mundur atau dipecat. T

erdapat tujuh pelatih lain yang juga mengalami nasib serupa seperti Fernando Santos.

Dikutip Oleh “Situs Taruhan Bola Terbesar NEXONBET

1. Paulo Bento

Kursi pelatih timnas Korea Selatan saat ini lowong setelah Paulo Bento memutuskan mundur. Paulo Bento langsung mundur pasca timnas Korea Selatan kalah telak 1-4 dari Brasil pada 16 besar Piala Dunia 2022.

Dikutip dari Sky Sports Italia, Paulo Bento menjadi pelatih dengan masa pengabdian terlama dalam sejarah timnas Korea Selatan.

Pelatih asal Portugal itu bekerja sebagai pelatih Korea Selatan selama 4 tahun 3 bulan sejak Agustus 2018 hingga Desember 2022.

Bersama Paulo Bento, timnas Korea Selatan sukses meraih satu gelar juara Piala Asia Timur 2019.

2. Roberto Martinez

Roberto Martinez langsung memutuskan mundur setelah timnas Belgia babak belur tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022.

Ini adalah kali pertama timnas Belgia gagal melewati fase grup Piala Dunia sejak 1998. Fakta itu membuat Roberto Martinez sering disebut gagal total memanfaatkan generasi emas timnas Belgia.

Sebab, timnas Belgia yang memiliki banyak bintang mulai dari Thibaut Courtois, Eden Hazard, Romelu Lukaku, hingga Kevin De Bruyne, tidak pernah meraih gelar juara pada era kepelatihan Roberto Martinez.

Selama lebih dari tiga tahun bekerja, Roberto Martinez hanya mampu mengantar timnas Belgia sampai menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2018 Rusia.

3. Gerardo “Tata” Martino

Sama seperti Roberto Martinez, Gerardo “Tata” Martino juga menjadi pengagguran setelah fase grup Piala Dunia 2022 berakhir.

Tata Martino mundur dari menanggalkan jabatan pelatih Meksiko yang sudah dia emban sejak Januari 2019.

Cerita timnas Meksiko asuhan Tata Martino tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2022 terbilang menyakitkan. Sebab, Meksiko gugur hanya karena kalah selisih satu gol dari timnas Polandia.

Bersama Tata Martino, timnas Meksiko sukses meraih gelar Piala Emas CONCACAF 2019.

4. Otto Addo

Otto Addo menjadi pelatih ketiga yang kehilangan pekerjaan setelah fase grup Piala Dunia 2022.

Pelatih berusia 47 tahun itu gagal total bersama timnas Ghana yang tersingkir sebagai juru kunci Grup H Piala Dunia 2022.

5. Luis Enrique

Federasi Sepak Spanyol (RFEF) langsung memecat Luis Enrique setelah timnas Spanyol tersingkir pada 16 besar Piala Dunia 2022.

Sama seperti Fernando Santos, Luis Enrique juga menerima surat pemecatan pasca anak asuhnya kalah dari Maroko.

Luis Enrique sebenarnya sudah menjadi sorotan sebelum Piala Dunia 2022. Hal itu tidak lepas dari keputusannya tidak memanggil David De Gea hingga Thiago Alcantara yang sedang tampil apik bersama klub masing-masing.

Enrique juga tidak memanggil pengoleksi penampilan terbanyak dalam sejarah timnas Spanyol, Sergio Ramos, yang kini membela PSG.

Mantan pelatih Barcelona itu pada akhirnya harus menerima kenyataan pahit dipecat timnas Spanyol dengan catatan minor tanpa gelar juara.

Pencapaian terbaik timnas Spanyol bersama Luis Enrique hanyalah menjadi semifinalis Piala Eropa atau Euro 2020.

6. Tite

Tite memenuhi janjinya mundur dari timnas Brasil apapun hasil yang dia dapat pada Piala Dunia 2022.

Akhir perjalanan Tite berakhir tragis karena timnas Brasil yang kerap disebut kandidat kuat juara tersingkir pada perempat final Piala Dunia 2022.

Timnas Brasil terdepak seusai kalah adu penalti dari Kroasia. Bersama Tite, timnas Brasil sebenarnya tampil solid dan hanya menelan tujuh kekalahan dari total 81 pertandingan sejak Juni 2016.

Konsistensi itu turut mengantar timnas Brasil dua kali lolos ke final Copa America dengan salah satunya keluar sebagai juara (2019).

Namun, Tite tetap memutuskan mundur untuk memenuhi janji yang dia buat jauh sebelum Piala Dunia 2022.

7. Louis Van Gaal

Cerita Tite mundur dari timnas Brasil identik dengan keputusan Louis van Gaal meninggalkan timnas Belanda.

Van Gaal langsung mundur setelah timnas Belanda kalah adu penalti dari Argentina pada perempat final Piala Dunia 2022 Qatar.

Sama seperti Tite, Van Gaal juga sudah berjanji akan meninggalkan timnas Belannda setelah Piala Dunia 2022 Qatar. Bedanya, Van Gaal memilih mundur agar bisa fokus menjalani perawatan kanker prostat.

Suksesor Van Gaal juga sudah ditentukan oleh Federasi Sepak Belanda (KNVB), yakni Ronald Koeman.

Penampilan timnas Belanda pada era kedua kepelatihan Louis van Gaal sebenarnya sangat konsisten dengan catatan tidak pernah kalah dalam waktu normal selama 20 laga beruntun.

Namun, Van Gaal yang kini sudah berusia 71 tahun tetap memutuskan mundur sesuai dengan kontrak dan untuk memenuhi janjinya.

Suport Browser

Responsible

Social Media